Di tengah rintik hujan yang mengguyur kawasan SMKN 7 Bandung, suasana haru dan syukur menyelimuti prosesi pelepasan siswa Kelas XII yang digelar pada Rabu pagi, 21 Mei 2025. Meskipun rencana awal pelaksanaan bertempat di lapangan upacara dan aula sekolah, kondisi cuaca membuat panitia memusatkan seluruh rangkaian kegiatan di dalam aula dengan beberapa penyesuaian agenda. Namun demikian, esensi acara tetap terjaga: penuh makna, penuh kenangan.
Mengusung konsep kesederhanaan, kegiatan ini digelar tanpa membebani orang tua siswa dengan biaya, selaras dengan amanah dan arahan Gubernur Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi, agar seluruh proses pelepasan siswa tetap berlangsung khidmat, inklusif, dan menjunjung nilai kebersamaan.
Acara diawali dengan pembukaan oleh MC Ibu Al’aeni Almardiah, S.Pd., M.Hum, yang kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dipimpin oleh Bapak Saefurohman, M.Pd.. Dalam suasana yang tenang dan penuh kekhusyukan, para siswa, guru, serta orang tua turut menyatukan harap dan doa untuk masa depan generasi penerus bangsa ini.
Ketua pelaksana kegiatan, Bapak Achmad Surya, S.Pd., Gr., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia, guru, serta siswa yang telah berperan aktif menyukseskan kegiatan ini, meski dalam keterbatasan dan tantangan teknis. Perwakilan siswa, Muhammad Sami Syammari, dengan suara bergetar menyampaikan pesan dan kesan mendalam dari seluruh angkatan, mengingatkan kembali perjalanan tiga tahun penuh perjuangan, canda, dan pembelajaran.
Acara juga diisi dengan prosesi mapag lulusan terbaik yang dibawakan secara anggun oleh dua penari dari ekstrakurikuler Tari. Suasana menjadi semakin meriah berkat penampilan memukau dari siswa-siswi ekskul Paduan Suara, Angklung, dan Ansambel, yang turut mempersembahkan karya seni terbaik mereka sebagai penghormatan untuk angkatan 2025.
Plt Kepala SMKN 7 Bandung, Dr. Agus Setiawan, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan harapan besar kepada seluruh lulusan. Ia juga secara simbolik mengembalikan siswa kelas XII kepada Ketua Komite Sekolah, Ibu Tri Andayani, S.T., sebagai bentuk penutup masa pembinaan di sekolah dan penyerahan tanggung jawab kembali kepada keluarga.
Salah satu momen puncak adalah pengalungan medali dan penyerahan rapor secara simbolik. Dua lulusan terbaik menerima langsung medali dan rapor dari Plt Kepala Sekolah, sedangkan seluruh siswa lainnya dikalungi oleh wali kelas masing-masing. Momen ini menjadi simbol penghargaan dan akhir dari perjalanan akademik mereka di SMKN 7 Bandung.
Tak ketinggalan, keterlibatan aktif siswa dari OSIS, Paskibra, PMR, dan Pramuka, bersama guru-guru, menjadi motor penggerak di balik kesuksesan acara ini. Kolaborasi lintas peran ini menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian di lingkungan SMKN 7 BAndung.
Sebagai penutup, para alumni 2025 melakukan selebrasi sederhana namun penuh simbolisme: melepaskan jas almamater, membuka topi kelulusan, pembacaan pesan singkat antarsiswa (menfes), pemutaran video kenangan angkatan, serta foto bersama yang menjadi dokumentasi terakhir mereka sebagai siswa SMKN 7 Bandung.
Di tengah keterbatasan, acara ini justru menghadirkan esensi pelepasan yang hakiki: penuh makna, haru, dan syukur. SMKN 7 Bandung berharap, lulusan tahun 2025 dapat mengabdi di masyarakat, menjadi pribadi yang tangguh dan bermartabat, serta menjaga nama baik dirinya, keluarga, dan almamater tercinta.
* Inne Wahyu Hartini S.Si *